Jalan Menuju Kebahagiaan Hakiki: Mensucikan Jiwa dengan Dzikir

admin111
admin111
4 Min Read

oleh: Dr. K.H. Subhan Asyierbonie
(Wakil Talqin Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul dari Cirebon)

Pernahkah Anda merenung tentang makna kebahagiaan yang sesungguhnya? Sering kali, kita terjebak dalam pandangan sempit bahwa kebahagiaan hanya terletak pada fisik dan materi: wajah yang rupawan, tubuh yang sehat dan bersih, atau harta yang melimpah. Padahal, Al-Qur’an menegaskan bahwa kebahagiaan sejati justru bersumber dari sesuatu yang tak kasat mata, yaitu jiwa kita. الله SWT berfirman dalam Surah Asy-Syams ayat 9–10:

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا . وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.”

- Advertisement -

Ayat ini mengingatkan kita bahwa kebahagiaan dan kerugian sejati tidak bergantung pada kondisi lahiriah semata, melainkan pada keadaan batin. Sayangnya, banyak orang sibuk membersihkan tubuh dengan berbagai produk pembersih, tetapi melupakan pembersihan jiwa dari kotoran yang tak terlihat. Jika kotoran fisik saja dapat membuat kita risih, apalagi kotoran yang menumpuk di dalam hati.

Kotoran batin memang tidak tampak, tetapi dampaknya nyata. Ketika hati kotor, kita mudah marah, emosi tidak stabil, dan sering gelisah. Bahkan, kata-kata yang keluar pun seringkali menyakitkan. Lebih dalam lagi, hati yang kotor melahirkan sifat iri, dengki, khawatir, dan pesimis. Semua ini adalah manifestasi dari jiwa yang tercemar. Karena itu, kebahagiaan sejati hanya dapat diraih dengan memurnikan hati dari berbagai kotoran batin.

Salah satu cara paling efektif untuk membersihkan hati adalah dengan berdzikir. Dzikir mendawamkan nama الله dalam hati, sehingga seluruh ucapan dan tindakan kita dipenuhi kebaikan. Jika hati terisi oleh cahaya الله, maka pribadi kita akan menjadi tenang, sabar, dan penuh kasih. Sebaliknya, jika hati dipenuhi amarah, dendam, dan kegelisahan, maka hidup akan terasa sempit dan penuh keresahan. Dengan membiasakan dzikir, baik secara khafi (dalam hati) maupun jahar (bersuara), kita sedang membersihkan jiwa dari segala kotoran. Inilah jalan menuju kebahagiaan hakiki, sebab pada akhirnya segala harta, jabatan, dan keinginan manusia bermuara pada satu tujuan: mencari kebahagiaan.

Namun, kebahagiaan yang paling hakiki hanya akan hadir jika kita mendapatkan ridha الله SWT. Tanpa ridha-Nya, segala pencapaian duniawi terasa hampa. Para ulama mengajarkan salah satu jalan untuk meraih ridha الله melalui baiat dan talqin. Baiat adalah janji setia seorang murid kepada guru mursyid, yang hakikatnya adalah janji setia kepada Rasulullah ﷺ, dan juga merupakan manisfestasi dari penanaman kalimat tauhid lā ilāha illallāh di dalam hati. Sebagian orang mungkin alergi dengan istilah ini, padahal keduanya memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an. الله SWT berfirman:

لَّقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ

“Sungguh, الله telah meridhai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu (Muhammad) di bawah pohon.” (QS. Al-Fath: 18)

Ayat ini menunjukkan bahwa baiat adalah jalan mendapatkan ridha الله, sebagaimana para sahabat melakukannya kepada Rasulullah ﷺ. Kini, ketika beliau tidak lagi hadir secara fisik, baiat dilakukan kepada pewaris beliau, yaitu para guru mursyid. Dengan Talqin, kita menanamkan kalimat lā ilāha illallāh di hati, menafikan segala bentuk “tuhan duniawi” seperti harta, jabatan, dan kemewahan, lalu menetapkan hanya الله sebagai tujuan hidup.

Karena itu, jika Anda telah mendapat talqin dzikir, maka bersyukurlah. Itu adalah anugerah besar dan jaminan ridha الله di dunia. Jangan ragu untuk bangga dan percaya diri sebagai pengamal dzikir, serta sebarkan kebaikan ini kepada keluarga, tetangga, dan sahabat. Kita bisa menggunakan berbagai cara agar mereka mudah menerima, misalnya menyebutnya sebagai “ijazah dzikir” atau “terapi dzikir”. Intinya sama: menanamkan kalimat tauhid dan nama الله di hati manusia.

Dzikir adalah alat untuk meraih ridha الله, dan ridha الله adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat. Semoga الله selalu membimbing langkah kita, membersihkan jiwa kita dari segala kotoran, serta menganugerahkan ridha-Nya melalui amalan dzikir yang istiqamah.

Disarikan dari: https://youtu.be/urwxp45Qfe8?si=UPkR-ehxs2baqiZU

Share This Article
Leave a comment