Transkrip dari ceramah: Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Ra Qs
(Wali Mursyid TQN PP Suryalaya Sirnarasa PPKN III Silsilah 38)
Nabi Muhammad SAW adalah teladan bagi seluruh umat Islam dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal kecintaan beliau terhadap tiga hal yang membawa ketenangan dan kebahagiaan: wangi-wangian, istri, dan shalat. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
“حُبِّبَ إِلَيَّ مِنْ دُنْيَاكُمْ النِّسَاءُ وَالطِّيبُ وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ.”
Artinya: “Dijadikan kecintaanku pada dunia dari tiga hal: wanita, wewangian, dan dijadikan penyejuk mataku dalam shalat.” (HR. An-Nasa’i No. 3939, Ahmad No. 11811)
Hadis ini menunjukkan bahwa kecintaan Nabi terhadap ketiga hal tersebut bukan sekadar kesenangan duniawi, tetapi memiliki makna yang lebih dalam dalam kehidupan spiritual dan keseharian beliau.
Nabi Muhammad SAW sangat menyukai wangi-wangian. Dalam banyak riwayat, beliau disebutkan sering menggunakan parfum, terutama sebelum shalat dan saat bertemu dengan orang lain. Bagi beliau, wangi-wangian bukan hanya soal estetika, tetapi juga bagian dari kebersihan dan kesucian diri. Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ:
“مَنْ عُرِضَ عَلَيْهِ طِيبٌ فَلَا يَرُدَّهُ، فَإِنَّهُ طَيِّبُ الرِّيحِ، خَفِيفُ الْمَحْمِلِ.”
Artinya: “Barang siapa yang ditawari wangi-wangian, maka janganlah ia menolaknya, karena sesungguhnya ia ringan (dibawa) namun harum baunya.” (HR. Muslim No. 2253)
Hal ini mengajarkan kepada umat Islam bahwa menjaga kebersihan dan menyukai wangi-wangian adalah bagian dari sunnah yang dianjurkan.
Kecintaan Nabi Muhammad SAW terhadap istri-istrinya adalah bukti bagaimana Islam mengajarkan penghormatan dan kasih sayang dalam hubungan suami istri. Beliau memperlakukan istri-istrinya dengan penuh kelembutan, kasih sayang, dan perhatian. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
“خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي.”
Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik dalam memperlakukan istrinya, dan aku adalah yang terbaik dalam memperlakukan istriku.” (HR. Tirmidzi No. 3895)
Ini menunjukkan bahwa mencintai dan memperlakukan istri dengan baik bukan hanya sebuah anjuran, tetapi juga sebuah bentuk ibadah yang mendekatkan seseorang kepada ٱللَّٰه.
Di antara semua hal yang beliau cintai, shalat adalah yang paling utama. Nabi Muhammad SAW selalu menjadikan shalat sebagai sumber ketenangan, bahkan dalam situasi sulit. Ketika beliau menghadapi masalah, beliau tidak mengeluh atau mencari jalan keluar duniawi terlebih dahulu, tetapi segera mendirikan shalat. Dalam hadis lain, beliau bersabda:
عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ، عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
“يَا بِلَالُ، قُمْ فَأَرِحْنَا بِالصَّلَاةِ.”
Artinya: “Wahai Bilal, bangkitlah dan tenangkanlah kami dengan shalat!” (HR. Abu Dawud No. 4985)
Hadis ini menunjukkan bahwa shalat bukan hanya kewajiban, tetapi juga menjadi tempat berlindung dari kegelisahan, sumber ketenangan jiwa, dan cara mendekatkan diri kepada ٱللَّٰه SWT.
Tiga hal yang dicintai Nabi Muhammad SAW ini memberikan pelajaran berharga bagi umat Islam. Wangi-wangian mengajarkan kita untuk selalu menjaga kebersihan dan merawat diri. Istri menunjukkan pentingnya kasih sayang dan keharmonisan dalam rumah tangga. Shalat adalah sumber ketenangan dan solusi dari setiap permasalahan hidup. Semoga kita semua dapat meneladani kecintaan Nabi terhadap tiga hal ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Link Video: https://youtu.be/HCUO0fMb0IQ?si=rHiZCSTzJd4P002E